Lapas Jember Gelar Active Case Finding TBC Bagi Warga Binaan

Selasa, 16 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jember – Dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan deteksi dini terhadap terjadinya penularan Tuberculosis (TBC) di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Lapas Kelas IIA Jember menyelenggarakan kegiatan Active Case Finding (ACF) untuk penemuan kasus Tuberculosis (TBC) melalui pemeriksaan Rontgen Dada (Chest X-Ray/CXR), pada Selasa (16/09/2025). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut program Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI, serta didukung Global Fund TBC.

Kalapas Jember, RM. Kristyo Nugroho, didampingi Ka.KPLP dan Kasi Binadik beserta Kasubsi Bimkemaswat, turut mendampingi dan memantau pelaksanaan kegiatan ACF TBC melalui Rontgen Dada bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Rumah Sakit Paru Jember, dan Tirta Medical Center (TMC).

Tujuan utama dari program ini adalah untuk mendeteksi dini kasus TBC sekaligus mencegah penularan di lingkungan Lapas. Selain pemeriksaan rontgen, kegiatan ini juga dilakukan pemeriksaan dahak dengan metode Tes Cepat Molekuler (TCM), yang dilakukan oleh tenaga medis profesional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kalapas Jember menjelaskan, “Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Lapas Jember dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Jember dalam penyelenggaraan layanan kesehatan yang memadai di dalam Lapas. Hal ini dilakukan demi menjaga kondisi kesehatan seluruh warga binaan sekaligus mencegah terjadinya penyebaran penyakit menular, terutama Tuberculosis (TBC) di Lapas Jember”, ungkap Kalapas.

Selain itu Kalapas juga menyampaikan, “Pelaksanaan kegiatan ini merupakan langkah nyata Lapas Jember dalam memberikan perlindungan kesehatan dan keselamatan bagi seluruh warga binaan. Ini adalah implementasi dari hak dasar warga binaan, yaitu hak untuk mendapatkan layanan kesehatan,” tambah Kalapas.

Sementara itu, Dokter Lapas Kelas IIA Jember, drg. Diana Firdaus, menegaskan pentingnya skrining sebagai upaya pencegahan. “Tuberkulosis masih menjadi salah satu penyakit menular dengan risiko tinggi di Lapas. Dengan skrining ini, kami bisa menemukan kasus lebih awal sehingga pengobatan segera diberikan dan penularan bisa ditekan,” jelasnya.

Kegiatan ini menunjukkan komitmen Lapas Jember dalam memastikan hak dasar warga binaan atas pelayanan kesehatan terpenuhi, sekaligus menjadi langkah strategis untuk menciptakan lingkungan Lapas yang sehat dan bebas dari penularan TBC.

.-🇮🇩❤🇮🇩-.

Berita Terkait

Polri Kembali Saluran 2,1 Ton Bantuan Logistik Ke Aceh Tengah
Tiba diTapanuli Tengah, Presiden Prabowo Disambut Warga Terdampak Banjir
Di Empat Provinsi 5 Proyek Besar Destinasi Wisata, Diresmikan Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Menerima Kunker Duta Besar Pakistan
Kunker Ke Indonesia, Raja Yordania Dikawal 7 Pesawat Tempur F-16 Dan T50
Presiden Prabowo Dorong Kerja Di KTT ASEAN Plus Three
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto Menjadi Saksi Perdamaian di Gaza
Presiden Prabowo Lantik Sejumlah Pejabat Negara

Berita Terkait

Selasa, 16 Desember 2025 - 17:24

Polri Kembali Saluran 2,1 Ton Bantuan Logistik Ke Aceh Tengah

Senin, 1 Desember 2025 - 22:21

Tiba diTapanuli Tengah, Presiden Prabowo Disambut Warga Terdampak Banjir

Rabu, 19 November 2025 - 21:46

Di Empat Provinsi 5 Proyek Besar Destinasi Wisata, Diresmikan Presiden Prabowo

Senin, 17 November 2025 - 22:23

Presiden Prabowo Menerima Kunker Duta Besar Pakistan

Sabtu, 15 November 2025 - 06:35

Kunker Ke Indonesia, Raja Yordania Dikawal 7 Pesawat Tempur F-16 Dan T50

Berita Terbaru