Kurangi Over Kapasitas, Lapas Jember Pindahkan Puluhan Narapidana

Senin, 6 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jember – Sebagai salah satu upaya untuk mengatasi over kapasitas serta menciptakan situasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang kondusif dan sekaligus menunjang pelaksanaan program pembinaan, Lapas Kelas IIA Jember melakukan mutasi atau pemindahan terhadap puluhan narapidana ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Jawa Timur, yakni Lapas Kelas I Surabaya dan Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun, pada Senin (06/10/2025) dini hari.

Proses pemindahan ini mendapat pengawalan ketat dari petugas pengamanan. Setiap narapidana menjalani serangkaian prosedur standar sebelum diberangkatkan, mulai dari registrasi untuk verifikasi data diri, penggeledahan badan menyeluruh, hingga pemasangan borgol. Seluruh rangkaian proses ini dipantau langsung oleh Kalapas Jember, RM. Kristyo Nugroho.

Kalapas menjelaskan, bahwa pemindahan narapidana ke Lapas lain merupakan hal yang wajar dilakukan. Selain untuk proses pembinaan, pemindahan juga dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keamanan di dalam Lapas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami memandang perlu melakukan pemindahan narapidana ke Lapas lain dalam rangka mengoptimalkan program pembinaan sekaligus mengurangi kepadatan guna mencegah resiko gangguan keamanan, mengingat jumlah warga binaan yang terus meningkat”, jelas Kristyo.

Lebih lanjut Kalapas merangkan bahwa jumlah warga binaan di Lapas Jember saat ini hampir mencapai 1.000 orang. Jumlah tersebut jauh melebihi kapasitas ideal yang hanya menampung sebanyak 390 orang, menunjukkan over kapasitas
lebih 200% dari kondisi normal.

“Kami berharap narapidana yang dipindahkan mendapat lingkungan baru yang lebih mendukung pelaksanaan program pembinaan bagi mereka selama menjalani masa pidana di dalam Lapas,” pungkasnya.

Pemindahan ini juga melibatkan Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) yang telah melakukan pemetaan dan evaluasi, menggunakan sistem penilaian pembinaan narapidana berdasarkan penurunan tingkat resiko.

.-🇮🇩❤️🇮🇩-.

Berita Terkait

Bhabinkamtibmas Desa Buruan Dukung Ketahanan Pangan, Hadiri Launching Usaha Kolam Lele BUM Desa
Polsek Denpasar Selatan Gelar KRYD, Yustisi dan Cooling System, Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif
Cuaca Tidak Bersahabat, Personel Polsek Abiansemal Tetap Laksanakan Pengaturan Lalu Lintas Sore Hari
Polsek Sukawati Gelar Ops Yustisi Premanisme di Batubulan, Situasi Aman dan Kondusif
Sat Samapta Polres Tabanan Laksanakan Patroli Dialogis Padi Bali di Lingkungan Sekolah Denbantas
Melalui Free Medical Care Satgas Yonif 743/PSY Terus Dekatkan Kesehatan untuk Masyarakat Pedalaman Papua
Demi Kelancaran Lalulintas, Unit Patroli Sat Lantas Melaksanakan Pengaturan di Malam Hari
Perkuat Sinergi Awal Tahun, Kapolsek Tabanan Gelar SIDEWA Bersama Bendesa Adat Kubontingguh

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 12:57

Bhabinkamtibmas Desa Buruan Dukung Ketahanan Pangan, Hadiri Launching Usaha Kolam Lele BUM Desa

Rabu, 7 Januari 2026 - 12:33

Polsek Denpasar Selatan Gelar KRYD, Yustisi dan Cooling System, Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif

Rabu, 7 Januari 2026 - 10:31

Cuaca Tidak Bersahabat, Personel Polsek Abiansemal Tetap Laksanakan Pengaturan Lalu Lintas Sore Hari

Rabu, 7 Januari 2026 - 10:12

Polsek Sukawati Gelar Ops Yustisi Premanisme di Batubulan, Situasi Aman dan Kondusif

Rabu, 7 Januari 2026 - 10:05

Sat Samapta Polres Tabanan Laksanakan Patroli Dialogis Padi Bali di Lingkungan Sekolah Denbantas

Berita Terbaru